Senat ISBI Aceh Tetapkan Empat Bakal Calon Rektor ISBI Aceh Periode 2022-2026

Ketua Senat ISBI Aceh, Benny Andiko, S.Sn., M.Sn

Senat Institut Seni Budaya Indonesia Aceh menetapkan empat nama Bakal Calon Rektor ISBI Aceh Periode 2022-2026, Kamis (06/10/2022). Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Senat Tertutup yang digelar di Ruang Rapat Rektorat ISBI Aceh, Kota Jantho.

Rapat Senat dihadiri oleh 10 dari 12 orang anggota Senat. Ketua Senat Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Benni Andiko, M.Sn mengatakan bahwa berdasarkan Pedoman Pemilihan Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Periode 2022-2026 Tentang tata cara pengusulan Bakal Calon Rektor bahwa jumlah anggota senat yang hadir sudah mencukupi kuorum untuk menetapkan Bakal Calon Rektor yang lolos seleksi administrasi. Sehingga ditetapkanlah 4 (empat) orang Bakal Calon Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh Periode 2022-2026.

Bakal calon tersebut adalah Dr. Faisal Matriadi, SE. M.Si. dari Universitas Malikussaleh, Dr. Mariyudi, SE., MM dari Universitas Malikussaleh, Dr. Wildan, M.Pd dari Universitas Syiah Kuala dan Dr. Ir. Zahrul Fuadi, ST., M.Sc., IPM dari Universitas Syiah Kuala.

Sebelumnya Ketua Panitia Pemilihan Rektor ISBI Aceh, Ir. Syahrizal, MT menyampaikan hasil pemeriksaan berkas keempat bakal calon yang mendaftar. Adapun proses pemeriksaan berkas pendaftaran bakal calon dilihat dari semua hal, termasuk sudah memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). 

Dalam proses pemilihan Rektor ISBI Aceh ini ada empat tahapan yakni, penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan pelantikan. Saat ini pada tahapan penyaringan, dan telah ditetapkan empat orang. Para bakal calon rektor juga akan diminta untuk memaparkan visi, misi, dan rencana program kerja apabila terpilih menjadi Rektor ISBI Aceh Periode 2022-2026 pada rapat senat terbuka ISBI Aceh pada 17 Oktober 2022 yang direncanakan di Aula Kampus Pertunjukan ISBI Aceh.

Ketua Senat, Benni Andiko, mengatakan “nantinya Penetapan Calon Rektor dari empat bakal calon tersebut akan dipilih tiga nama dalam Rapat Senat Tertutup untuk dikirimkan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk dilakukan pemilihan Rektor oleh senat bersama menteri.”

Similar Posts